penipuan bansos terbaru

Waspada Modus Penipuan Pendaftaran Bansos di Media Sosial

Diposting pada

Pada momentum penantian pencarian Bansos tahap 4 yang diperkirakan cair akhir Desember 2025 atau awal Januari 2026, Mimin temukan sebuah iklan penipuan Bansos di Facebook (berlabel Bersponsor) yang membuka pendaftaran Bansos untuk periode Oktober 2025 sampai dengan Januari 2026 untuk mendapatkan dana Bansos sebesar Rp2.500.000.

Mimin sebenarnya sudah tidak terlalu heran mengapa di Facebook, Instagram, bahkan YouTube pun banyak iklan penipuan, karena si pembuat iklan menggunakan metode cloacking agar materi iklan yang dilihat tim peninjau ikaln dengan materi iklan asli berbeda.

Dan sangat penting bagi kita untuk tetap tenang dan tidak gegabah dalam membagikan data pribadi. Berikut adalah bedah modus terbaru yang ditemukan di lapangan.

Modus Baru di Facebook: Incar Nama dan Nomor HP

iklan bansos penipuan
Contoh iklan Bansos penipuan di Facebook.

Berdasarkan pantauan Mimin, seperti pada gambar screenshot di atas, modus yang marak beredar di Facebook saat ini adalah pancingan pendaftaran yang mewajibkan calon korban untuk memasukkan:

  1. Nama Lengkap sesuai KTP.
  2. Nomor HP yang Aktif.

Sekilas, permintaan data ini terlihat “wajar” untuk sebuah pendaftaran. Namun, di balik itu, terdapat bahaya besar yang mengancam keamanan data Anda.

Pada kedua iklan Bansos palsu di Facebook di atas jika di klik akan membuka situs Bansos palsu https://register5-cekstatus.cek-ri-2025.com dan https://lengkapi.form-register.my.id.

Selain kedua iklan yang mengatasnamakan pendaftaran Bansos di atas mungkin masih banyak lagi yang lainnya, dan pernah juga Mimin temukan setelah iklan di klik akan langsung dihubungkan ke WhatsApp penipu bukan ke situs.

Bahaya Penyalahgunaan Data dan Teror SPAM

Mengapa memberikan nama sesuai KTP dan nomor HP kepada situs tidak resmi sangat berbahaya? Berikut adalah risikonya:

  • Penyalahgunaan Data Identitas: Dengan memiliki nama asli sesuai KTP, pelaku memiliki modal awal untuk melakukan aksi social engineering (penipuan berbasis manipulasi psikologis) atau mencoba mengakses akun-akun digital Anda lainnya.
  • Target Teror SPAM & Scams: Website penipu tersebut mengumpulkan database nomor HP yang masih aktif. Dampaknya, nomor Anda akan dibanjiri pesan SPAM melalui SMS atau WhatsApp, mulai dari tawaran judi online, pinjaman online ilegal, hingga upaya peretasan akun.
  • Potensi Jual Beli Data: Database berisi nama asli dan nomor HP yang valid memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap internet (dark web) untuk digunakan oleh komplotan penipu lainnya.

Sebelum mengklik sebuah tautan yang beredar di Facebook atau grup WhatsApp, perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Alamat Domain Mencurigakan: Situs resmi pemerintah selalu menggunakan domain .go.id. Jika link berakhiran .com, .top, .site, .my.id, atau menggunakan layanan pendek seperti bit.ly dan tinyl.ink, dipastikan itu adalah penipuan.
  • Syarat Share ke Grup: Penipu biasanya mewajibkan Anda membagikan link tersebut ke beberapa grup Facebook atau WhatsApp agar “kuota bantuan” cair. Ini hanyalah taktik agar penipuan mereka semakin luas.
  • Visual yang Tidak Profesional: Meskipun menggunakan logo kementerian, biasanya tata letak situs terlihat berantakan dan dipenuhi iklan-iklan yang mengganggu.

Cara Cek Bansos yang Resmi dan Aman

Jangan pernah memberikan data pribadi kepada situs yang tidak jelas asal-usulnya. Selalu lakukan cross-check melalui saluran resmi pemerintah:

  1. Situs Resmi: Kunjungi [tautan mencurigakan telah dihapus].
  2. Aplikasi Resmi: Gunakan Aplikasi Cek Bansos resmi dari Kementerian Sosial RI di Google Play Store.
  3. Aparatur Setempat: Konfirmasi langsung ke Kelurahan atau Desa untuk program bantuan yang sedang berjalan.

Kesimpulan

Informasi mengenai bansos harus disikapi dengan sangat kritis. Modus pengumpulan nama sesuai KTP dan nomor HP dari iklan pendaftaran Bansos penipuan di atas adalah pintu masuk bagi berbagai tindak kejahatan siber lainnya. Tetap waspada dan jangan mudah tergiur dengan pendaftaran instan di media sosial.

Tambahan

Jika Anda melihat iklan-iklan di Facebook yang mengatasnamakan program resmi pemerintah tapi mencurigakan seperti misalnya menggunakan situs bukan situs resmi yang berakhiran go.id, sebaiknya laporkan iklan tersebut dengan cara mengeklik ikon “3 titik” pada bagian kanan atas, pilih Laporkan iklan, lalu pilih Penipuan, pengelabuan, atau penyamaran, karena si pembuat iklan memang berusaha menipu dan menyamar sebagai penyelenggara Bansos RI resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *